aspek keuangan dalam kewirausahaan

Agen SBOBET
Mengelola keuangan suatu usaha (bisnis) dengan baik, bukan hanya dilakukan oleh usaha yang besar saja. Tetapi usaha kecil dan menengah harus melakukan pengelolaan keuangan dengan baik dan benar. Karena kinerja keseluruhan suatu usaha bisnis sangat dipengaruhi oleh kinerja keuangan usaha yang bersangkutan. Pengertian umum dari pernyataan diatas adalah bahwa semakin baik kinerja keuangan suatu perusahaan, semakin besar kemungkinan perusahaan tersebut meraih sukses.

Sehubungan dengan pernyataan tersebut di atas, maka seorang pemimpin atau pemilik perusahaan harus atau mutlak menguasai Manajemen keuangan sesederhana apapun. Di katakan demikian karena, dengan menguasai manajemen keuangan, maka pengusaha atau pemilik perusahaan yang bersangkutan akan dapat mengetahui posisi keuangan usahanya, dan kemudian dapat mengambil keputusan tentang langkah-langkah yang akan dilakukan, terutama apabila keuangan perusahaan tersebut ternyata menghadapi masalah.

Untuk dapat mengetahui suatu teknik manajemen keuangan, sudah barang tentu pengusaha tersebut harus memiliki latar belakang manajemen keuangan. Memang kenyataan juga menunjukan bahwa tidak sedikit pengusaha yang tidak berpendidikan atau berpendidikan rendah dapat menjalankan suatu usaha yang berhasil. Akan tetapi kita tidak boleh lupa meskipun pengusaha-pengusaha termaksud berpendidikan rendah, kemungkinan ia memiliki teknis manajemen yang cukup handal, artinya dia dapat memahami proses serta prinsip-prinsip sumber dan penggunaan dana yang efektif dan efesien. Di sinilah terlihat arti penting suatu penguasaan Manajemen Keuangan dalam memberi atau menambah keterampilan seseorang dalam mengelola Keuangan usaha.

Bila dikaitkan dengan konteks pemahaman tentang kewirausahaan serta penciptaan wirausaha-wirausaha yang handal, maka   materi manajemen keuangan ini   dirasakan cukup layak untuk di perkenalkan kepada calon wirausaha atau yang sudah berwirausaha yang notabene berasal dari berbagai disiplin ilmu, dengan harapan bahwa para pembaca dapat mengembangkan suatu teknik yang lebih aplikatif sesuai dengan kondisi dan keberadaan di tempat usaha

Praktisnya, pengelolaan awal keuangan dalam berwirausaha adalah sebagai berikut:
1. Memisahkan uang usaha dengan uang pribadi.
Ini langkah pertama yang sangat penting khusus­nya bagi wirausahawan pemula sehingga tida ada kesulitan dalam mengontrol pemasukan dan pengeluaran usaha. Oleh karena itu, sekecil apa pun usaha, sebaiknya pisahkan uang usaha dan uang pribadi agar dapat mencatat semua transaksi usaha dengan rapi.

2. Alokasi dan prosentase.
Setelah memisahkan uang pribadi dan uang usaha, selanjutnya tentukan besar prosentasi keuangan yang akan digunakan untuk kebutuhan usaha, seperti berapa persen uang yang digunakan untuk operasional usaha, berapa persen laba yang ditetapkan, berapa persen uang untuk cadangan kas usaha, serta berapa persen uang yang digunakan untuk pengembangan usaha.

3. Pembukuan.
Pembukuan bertujuan mengontrol semua transaksi keuangan, termasuk pemasukan, pengeluaran, serta utang-piutang. Pembukuan yang rapi juga akan mempermudah evaluasi perkembangan usaha.

4. Pertahankan Arus Kas.
Pertahankan agar cash flow tetap positif (untung), misalnya dengan menekan biaya produksi/biaya yang lain lebih kecil dari pemasukan, namun juga harus tetap memperhatikan aspek lain, misalnya kualitas produk atau jasa.

5. Siapkan Dana Cadangan.
Cadangan dana darurat (emergency fund) dimaksudkan untuk mengantisipasi, misalnya, bila dalam beberapa hari atau bulan tidak mendapatkan order, ada karyawan yang masuk rumah sakit karena kecelakaan, atau ada order yang cukup besar.

6. Proteksi Jiwa dan Usaha.
Ini menyangkut perlindungan pribadi dan usaha. Proteksi pribadi guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, misalnya kecelakaan dan cacat bahkan kematian.
Proteksi terhadap tempat usaha (asuransi perusahaan) guna mengantisipasi bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya terjadi pencurian, kebakaran, dan huru hara.

Simpulan, jangan sampai terjadi setelah kebakaran yang menghabiskan seluruh tempat usaha, stok barang dan barang jadi pengusaha tersebut jadi bangkrut. Ini harus dihindari.

Sumber Modal Usaha Dan Cara Memperolehnya

Permasalahan klasik yang sering muncul untuk memulai usaha adalah tentang “Modal Usaha”. Dari mana sumber modal usaha ? Dan bagaiaman cara memperolehnya ?. Untuk siap sukses dalam dunia usaha harus siap menghadapi azas Untung dan Rugi. Semua pengusaha berharap bahwa setiap usaha akan memperoleh untung yang sebesar-besarnya, namun demikian pernah tidak kita mendengar cerita tentang orang yang bangkrut sampai punya utang miliaran rupiah ? Atau mendengar cerita seorang pengusaha kena tipu puluhan hingga ratusan juta rupiah. Barangkali bagi yang baru akan memulai usaha akan menjadi sangat takut atau bahkan trauma untuk berbisnis jika yang didengar adalah yang demikian.

Tetapi jika ditanya, apakah anda berani berspekulasi dengan uang Rp. 5,000,000 (lima juta rupiah) atau Rp. 10,000,000 (sepuluh juta rupiah) untuk menjadi sukses ? Maka akan muncul keberanian kita untuk memulainya. Jika sudah berani pertanyaan selanjutnya adalah dari mana dan dengan cara apa kita memperoleh modal tersebut.


  • Sumber Internal /Modal Sendiri (Pemilik Usaha) :Modal sendiri adalah modal yang diperoleh dari pemilik usaha. Keuntungan menggunakan modal sendiri untuk membiayai suatu usaha adalah tidak adanya beban biaya bunga. Kerugian menggunakan modal sendiri jumlahnya sangat terbatas dan relatif sulit memperolehnya. Perolehan dana dari modal sendiri biasanya berasal dari :
  • Tabungan sendiri
  • Setoran dari pemegang saham
  • Menjual barang yang kurang produktif
  • Menjual barang yang menguntungkan (pada saat menjual, lebih mahal serta lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan saat membeli)
  • Fasilitas/tempat milik sendiri (tanah, bangunan, garasi, mesin dan sebagainya)
demikian ..

0 Response to "aspek keuangan dalam kewirausahaan"

Poskan Komentar

jika ada masalah dan sesuatu tampilkan di forum ini , saran dan kritik juga boleh , terima kasih sudah berkomentar.