pembangunan kesehatan di indonesia

Agen SBOBET
Pembangunan kesehatan merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia dalam pembangunan nasional untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal.

Pembangunan kesehatan juga merupakan salah satu upaya utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang pada gilirannya mendukung percepatan pencapaaian sasaran pembangunan nasional. Kebijakan pembangunan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah mengacu pada komitmen Indonesia akan delapan tujuan umum Millenium Development Goals (MDGs), EMAS, Desa Siaga, Poskesdes

Dalam rangka mencapai sasaran seperti disebut di atas, arah kebijakan pemerintah diprioritaskan pada :
a. meningkatkan jumlah, jaringan, dan kualitas pusat kesehatan masyarakat
b. meningkatkan kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan
c. mengembangkan sistem jaminan kesehatan, terutama bagi masyarakat miskin
d. meningkatkan sosialisasi kesehatan lingkungan dan pola hidup sehat
e. meningkatkan pendidikan kesehatan kepada masyarakat sejak usia dini
f. meningkatkan pemerataan dan kualitas fasilitas kesehatan dasar

B. Tujuan
1. Agar mahasiswa mengetahui apa yang dimaksud dengan MDGs
2. Agar mahasiswa mengetahui apa yang dimaksud dengan EMAS
3. Agar mahasiswa mengetahui apa yang dimaksud dengan Desa siaga / Poskesdes

EMAS.
EMAS (Expanding Maternal and Neonatal Survival) adalah sebuah program kerjasama Kementrian Kesehatan RI dan USAID selama lima tahun (2012-2016) dalam rangka mengurangi angka kematian ibu dan bayi baru lahir. Program EMAS mendukung pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten, dalam berjejaring dengan Organisasi Masyarakat Sipil, fasilitas kesehatan publik dan swasta, asosiasi rumah sakit, organisasi profesi, dan sektor swasta, dan lain-lain. Program ini akan berkontribusi terhadap percepatan penurunan kematian ibu dan bayi baru lahir sebesar 25% di Indonesia.

Emas dilaksanakan di 30 kabupaten dalam enam provinsi yang memiliki jumlah kematian ibu dan neonatal besar . Pada tahun pertama intervensi direncanakan di 10 kabupaten. Enam Provinsi tersebut adalah:
Sumatera Utara daerah intervensi nya adalah Kabupaten Deli Serdang.

 Kabupaten di sekitar daerah intervensi adalah Kota Medan, Kota Tebingtinggi, Kab Langkat, Kab Karo, Kota Pematangsiantar, Kab Serdang Bedagai, Kab Simalungun, Kota Binjai Banten daerah intervensinya adalah Kabupaten Serang. Kabupaten di sekitar daerah intervensi adalah Kab Tangerang, Kab Lebak, Kab Pendeglang, dan Kota Cilegon Jawa Barat daerah intervensinya adalah Kabupaten Bandung. Kabupaten di sekitar daerah intervensi adalah Kab Garut, Kab Sumedang, Kab Subang, Kab Purwakarta, Kab Cianjur, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kab Bandung Barat. Daerah intervensi lain di Jawa Barat adalah Kabupaten Cirebon. Kabupaten di sekitar daerah intervensi adalah Kota Cirebon, Kab Indramayu, Kab Majalengka, Kab Kuningan Jawa Tengah daerah intervensinya adalah Kabupaten Tegal. Kabupaten di sekitar daerah intervensi adalah Kota Tegal, Kab Brebes, Kab Pemalang, Kab Pekalongan, dan Kota Pekalongan. Daerah intervensi lain di Jawa tengah adalah Kabupaten Banyumas. Kabupaten di sekitar daerah intervensi adalah Kab Kebumen, Kab Cilacap, Kab Purbalingga, Kab Banjarnegara5Jawa Timur daerah intervensinya adalah Kabupaten Malang. Kabupaten di sekitar daerah intervensi adalah Kota Malang, Kab Lumajang, Kab Probolinggo, Kab Pasuruan, Kota Batu, Kab BlitarsSulawesi Selatan. Daerah intervensinya adalah Kabupaten Pinrang. Kabupaten di sekitar daerah intervensi adalah Kab Tana Toraja, Kab Enrekang, Kab Sidenreng Rappang, Kota Pare-Pare

EMAS bertujuan untuk :
Meningkatkan kualitas pelayanan PONED & PONEK. Memastikan intervensi medis prioritas yang mempunyai dampak besar pada penurunan kematian diterapkan di RS dan Puskesmas. Pendekatan tata kelola klinis (clinical governance) diterapkan di RS dan Puskesmas.

Meningkatkan efektifitas dan efisiensi sistem rujukan antar Puskesmas/Balkesmas dan RS. Penguatan sistim rujukan. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam menjamin akuntabilitas dan kualitas nakes, faskes dan Pemda. Meningkatkan akses masy dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan .

Pendekatan EMAS adalah : 1) Meningkatkan kualitas pelayanan emergensi obstetri dan neonatal minimal di 150 RS (PONEK) Pemerintah & Swasta dan 300 Puskesmas/Balkesmas (PONED) melalui penerapan tata kelola yang baik terkait kelangsungan hidup ibu dan bayi baru lahir, 2) Memperkuat sistem rujukan yang efisien dan efektif antar Puskesmas dan RS , 3) Pemanfaatan teknologi informasi mutakhir (SMS, hotline, media social) untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam pelayanan kegawatdaruratan kesehatan ibu dan bayi baru lahir, 4) Program dirancang agar dapat memberi dampak nasional (tidak hanya sebatas area kerja).
26 Januari 2012. Kementerian Kesehatan RI bekerjasama dengan USAID meluncurkan program “Expanding Maternal and Newborn Survival” (EMAS) yang diresmikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan dan dihadiri oleh perwakilan dari Kemenkokesra, dan organisasi penyandang dana.Program EMAS merupakan bagian dari Kemitraan Komprehensif antara Amerika Serikat dan Indonesia, di mana kedua pemimpin negara tersebut telah menegaskan kembali komitmennya untuk bekerjasama di berbagai bidang demi kepentingan bersama, termasuk kesehatan dan pencapaian Millenium Development Goals (MDG).

 Pengertian Pos Kesehatan Desa (Poskesdes)
A. Pengertian Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) adalah Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa dalam rangka mendekatkan/ menyediakan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat desa. Poskesdes dapat dikatakan sebagai sarana kesehatan yang merupakan pertemuan antara upaya-upaya masyarakat dan dukungan pemerintah. Pelayanannya meliputi upaya-upaya promotif, preventif, dan kuratif yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan (terutama bidan) dengan melibatkan kader atau tenaga sukarela Iainnya. Pembentukan POSKESDES didahulukan pada Desa yang tidak memiliki Rumah Sakit, Puskesmas, Puskesmas Pembantu (PUSTU), dan bukan ibu Kota Kecamatan atau Ibu Kota Kabupaten. POSKESDES di harapkan sebagai pusat pengembangan dan kordinator berbagai UKBM yang dibutuhkan masyarakat Desa, misalnya POS Pelayanan Terpadu atau POSYANDU dan warung obat desa (WOD). B. Tujuan POSKESDES Banyak yang menjadi tujuan dalam pembentukan pembinaan poskesdes di desa – desa, antara lain : 1. Meningkatkan sistem surveilans, monitoring & informasi kesehatan 2. Meningkatkan pembiayaan kesehatan 3. Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas 4. Terwujudnya masyarakat sehat yang siaga terhadap permasalahan kesehatan di wilayah desanya 5. Terselenggaranya promosi kesehatan dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan 6. Terselenggaranya pengamatan, pencatatan dan pelaporan dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap resiko dan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama penyakit menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa atau KLB serta factor- factor resikonya 7. Tersedianya upaya pemerdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menolong dirinya di bidang kesehatan 8. Terselenggaranya pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh masyarakat dan tenaga professional kesehatan 9. Terkoordinasinya penyelenggaraan UKBM lainnya yang ada di desa Pembangunan Poskesdes di maksudkan untuk lebih mendekatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat yang tinggal jauh dari jangkauan pelayanan kesehatan, Poskesdes dibangun dalam rangka menyelenggarakan pelayanan Kesehatan dasar ,menyeluruh dan terpadu dan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa/Kecamatan . Program Kesehatan yang diselenggarakan oleh Poskesdes merupakan program Desa Siaga untuk memberikan jaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat sebagai upaya membangun masyarakat mandiri. C. Fungsi Poskesdes Begitu banyak fungsi poskesdes yang sebenarnya dapat kita manfaatkan antara lain adalah : 1. Sebagai wahana peran aktif masyarakat di bidang kesehatan 2. Sebagai wahana kewaspadaan dini terhadap berbagai resiko dan masalah kesehatan 3. Sebagai wahana pelayanan kesehatan dasar, guna lebih mendekatkan kepada masyarakat serta meningkatkan jangkauan dan cakupan pelayanan kesehatan 4. Sebagai wahana pembentukan jaringan berbagai UKBM yang ada di desa D. Manfaat POSKESDES Begitu banyak manfaat dari adanya poskesdes, bukan hanya untuk perorangan tapi juga untuk masyarakat luas antara lain adalah : 1. Bagi masyarakat a. Permasalahan di desa dapat terdeteksi dini, sehingga bisa ditangani cepat dan diselesaikan, sesuai kondisi potensi dan kemampuan yang ada b. Memperoleh pelayanan kesehatan dasar yang dekat 2. Bagi kader a. Mendapat informasi awal di bidang kesehatan b. Mendapat kebanggaan, dirinya lebih berkarya bagi masyarakat 3. Bagi puskesmas a. Memperluan jangkauan pelayanan puskesmas dengan mengoptimalkan sumber data secara efektif dan efisien b. Mengoptimalkan fungsi puskesmas sebagai penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat dan pusat pelayanan kesehatan strata pertama 4. Bagi sektor lain a. Dapat memadukan kegiatan sektornya di bidang kesehatan b. Kegiatan pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan lebih afektif dan efisien

terima ksih .. semoga bermakna ..

baca juga : pengertian , pelayanan kewenangan indonesia 

0 Response to "pembangunan kesehatan di indonesia"

Poskan Komentar

jika ada masalah dan sesuatu tampilkan di forum ini , saran dan kritik juga boleh , terima kasih sudah berkomentar.