Arti Kata Rukun

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti kata rukun sering kita jumpai dalam berbagai hal, khususnya dalam hal yang berkaitan dengan kegamaan. Seperti rukun islam, rukun iman, rukun haji, rukun sholat dan lainnya.


Arti Kata Rukun

Saat kata rukun menjadi kata benda (noun), maka arti kata rukun adalah hal-hal yg wajib dipenuhi dalam sebuah pekerjaan atau ritual. Hal ini seperti yang diungkapkan dalam kalimat ‘Inilah rukun Islam’ Kalimat tersebut berarti hal-hal yang wajib dipatuhi agar ibadah umat Islam menjadi sah. Seorang ilmuwan asal Arab menjelaskan arti kata rukun adalah sebuah kajian tentang suatu hal yang tergantung akan sesuatu yang lain dan berada dalam esensi tertentu. Rukun merupakan sesuatu yang sangat bergantung pada hal-hal lain di atasnya.

Menurut Wikipedia, rukun adalah sebuah pekerjaan yang harus dilakukan sebelum memulai pekerjaan. Rukun dapat dimaknai sebagai dasar atau sendi dalam melakukan sesuatu. Rukun juga dapat diartikan sebagai sesuatu yang harus dilakukan sebelum beraktivitas.

Dalam ajaran Islam, arti kata rukun adalah hal yang pokok dan haram hukumnya jika meninggalkannya. Misalnya: pelaksanaan rukun sholat lima waktu. Menurut ajaran Islam, sholat adalah hal pokok (rukun) yang harus dijalankan dan tidak boleh ditinggalkan. Dalam konteks tersebut rukum merupakan hal yang sangat mendasar dan tidak boleh ditinggal

Lihat Juga : Pengertian Kata Signifikan

Pengertian Kerukunan

Kerukunan adalah jalan hidup masing-masing manusia yang memiliki tujuan dan bagian-bagian tertentu yang harus dipelihara bersama dengan senantiasa menumbukan sikap toleransi, saling tolong menolong dan tidak memelihara benih-benih permusuhan satu sama lain.

Dalam Bahasa Arab kata kerukunan berasal dari gabungan dua kata yakni rukun dan arkan yang bermakna pondasi, dasar atau asas sementara dalam Bahasa Indonesia arti kata rukun adalah:

• Rukun (nominal)
Rukun dalam konteks nominal berarti segala sesuatu yang wajib dipenuhi untuk sahnya sebuah pekerjaan. Misalnya: rukun dalam sebuah agama bertujuan agar semua hal dapat terlaksana dengan baik sehingga tidak menyimpang dalam aturan-aturan rukun agama.

• Rukun (ajektif)
Rukun dalam konteks ajektif berarti damai, baik dan tidak bertentangan.
Misalnya dalam konteks hidup rukun dengan saudara, sahabat maupun tetangga. Merukunkan mengandung arti mendamaikan dan menjadikan satu hati.

Kerukunan bisa mengandung arti sepakat dalam kondisi yang berbeda satu sama lain dan menjadikan perbedaan tersebut sebagai pondasi dalam menciptakan kehidupan sosial yang saling mengerti satu sama lain dan mampu saling menerima dengan keikhlasan dan ketulusan hati. Kerukunan adalah kondisi dimana sebuah proses telah terpelihara dan tercipta melalui pola-pola interaksi yang beranekaragam diantara setiap unit yang bersifat otonom. Dalam kondisi ini kerukunan dipahami sebagai sebuah cerminan hubungan timbal balik dengan dilengkapi sikap saling percaya, saling menerima, saling menghargai, saling menghormati dan saling memaknai pentingnya sebuah kebersamaan.

Arti kata rukun dalam pengertian sehari-hari ialah damai atau perdamaian. Melalui pengertian tersebut kata kerukunan sangat identik dalam dunia sosial dan pergaulan. Kerukunan antar umat beragama bermakna meleburkan agama-agama yang ada menjadi satu totalitas. Kerukunan bukan sebagai wujud mazhab dari agama totalitas namun sebagai sarana atau cara untuk mempertemukan, menyatukan dan melakukan pengaturan hubungan luar antar setiap orang dengan latar belakang agama yang berbeda dalam hidup bermasyarakat.

Arti Kata Kerukunan dalam Konteks Kehidupan Beragama di Indonesia:

Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadikan kerukunan sebagai pondasi hidup bernegara. Kerukunan menjadi salah satu pilar yang sangat penting dalam upaya pemeliharaan persatuan dan kesatuan seluruh rakyat Indonesia. Tanpa terciptanya kerukunan diantara beragam suku, ras, agama dan antar golongan, Bangsa Indonesia dapat mudah mendapat berbagai ancaman yang akan menyebabkan perpecahan.

Kerukunan dapat dimaknai sebagai kondisi kehidupan yang mencerminkan suasana sejahtera, tentram, tertib, damai, saling menghargai, gotong royong, tenggang rasa sesuai dengan kepribadian pancasila dan ajaran agama.

Secara umum, agama adalah suatu keyakinan atau kepercayaan yang dianut masyarakat menjadi nilai dan norma yang dipercaya dan diyakini. Agama telah diakui sebagai seperangkat aturan yang menjadi landasan kehidupan manusia.

Di Indonesia, kerukunan hidup beragam dipolakan menjadi Trilogi Kerukunan yakni:

1. Kerukunan Intern
Kerukunan intern merujuk pada kerukunan diantara paham-paham / aliran-aliran yang berada dalam satu komunitas agama.

2. Kerukunan diantara umat / komunitas agama yang berbeda
Jenis kerukunan ini merujuk pada kerukunan di antara pemeluk agama yang berbeda satu dengan yang lain.

3. Kerukunan antar umat / Kerukunan antar umat dengan pemerintah
Kerukunan ini bertujuan agar keselarasan dan keserasian di antara para pemeluk agama dengan para pejabat pemerintah dapat tercipta. Hal ini ditandai dengan terciptanya saling menghargai dan memahami tugas masing-masing untuk membangun masyarakat dan bangsa Indonesia yang bersatu di tengah keberagaman

Dengan demikian kerukunan dapat merujuk pada pemahaman bahwa jalan hidup manusia terdiri dari bagian-bagian maupun tujuan-tujuan tertentu yang harus dipelihara dan dijaga bersama dengan saling tolong-menolong, tidak bermusuhan, toleransi dan saling menjaga satu sama lain.

Kerukunan antar umat beragama dapat dipahami sebagai sebuah kondisi sosial dimana setiap golongan agama bisa hidup secara berdampingan bersama-sama tanpa mengurangi hak masing-masing untuk menjalankan aturan dan kewajiban agamanya.

Kerukunan antar agama yang bertujuan untuk mengupayakan terciptanya keadaan yang tidak menimbulkan pertentangan-[ertantangan intern di tiap umat beragama, antar golongan agama maupun antar pemeluk agama yang satu dengan lainnya juga antara umat beragama dengan pemerintah.

Wujud kerukunan antar agama antara lain:

• Saling menghormati kebebasan masing-masing pemeluk agama dalam menjalankan ibadah agamanya.
• Saling bekerjasama dan menghormati antar pemeluk agama atau golongan agama dengan pemerintah untuk bersama-sama membangun bangsa dan negara.
• Toleransi dan tenggang rasa dengan tidak saling memaksakan agama kepada orang lain.

Nah, demikianlah ulasan tentang arti kata rukun dan kaitannya dengan kehidupan beragama di Indonesia. Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk Anda.
Loading...

0 Response to "Arti Kata Rukun"

Posting Komentar

jika ada masalah dan sesuatu tampilkan di forum ini , saran dan kritik juga boleh , terima kasih sudah berkomentar.