Rumus Teori Titik Henti (Breaking Point)

Rumus Teori Titik Henti (Breaking Point)Migrasi dalam ilmu geografi adalah perpindahan manusia dari satu tempat ke tempat lainnya. Migrasi ini bisa bersifat tetap, artinya setelah berpindah ke tempat yang baru, maka orang tersebut tidak akan kembali lagi ke tempat asal. Namun ada juga migrasi non permanen atau biasa dikenal dengan migrasi ulang-alik. Dalam ilmu geografi, perpindahan terjauh yang bisa dilakukan oleh penduduk ternyata bisa dihitung dengan menggunakan rumus tertentu.

Pengertian

Teori titik henti atau breaking point adalah titik maksimal yang dicapai penduduk di suatu daerah untuk mencapai perpindahan dengan jarak terjauh dari wilayah aslinya. Teori ini mengemukakan bahwa pada suatu waktu, penduduk dari wilayah A kemungkinan akan mencoba menuju ke wilayah B dengan jarak maksimal tertentu.

Teori titik henti pada dasarnya merupakan modifikasi dari teori gravitasi penduduk yang dicetuskan oleh W. J. Reilly. Teori titik henti ini sangat berguna untuk memberikan prediksi penempatan suatu kawasan lokasi industri, pusat pelayanan, pusat perdagangan, dan sebagainya antar 2 wilayah tersebut.

Untuk bisa menerapkan teori titik henti ini, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh 2 wilayah, yaitu:


  1. Kondisi perekonomian penduduk di dua wilayah tersebut relatif sama.
  2. Topografi yang menghubungkan 2 wilayah tersebut relatif datar, sehingga mudah dijangkau oleh penduduk yang akan melakukan perpindahan.
  3. Sudah ada sarana dan prasarana transportasi yang cukup memadai.
  4. Kondisi daya beli masyarakat di 2 wilayah tersebut yang relatif sama.

Rumus Teori 

Untuk bisa menentukan lokasi yang tepat antara 2 wilayah, maka digunakan rumus Titik Henti (Breaking Point) sebagai berikut:

DA-B = dAB/(1+ √(PA/PB))


Keterangan:

DA-B = Jarak titik henti antara wilayah A dan B (dihitung dari wilayah dengan jumlah penduduk terkecil)
dAB = jarak antara wilayah A dan B
PA = jumlah penduduk wilayah yang terbesar
PB = jumlah penduduk wilayah yang terkecil

Jarak antar 2 wilayah yang digunakan dalam rumus tersebut bisa menggunakan satuan meter, km, mil, dan sebagainya. Namun satuan jarak yang digunakan ini harus konsisten mulai dari awal hingga akhir perhitungan.

Contoh Soal Penerapan Rumus Titik Henti (Breaking Point)

Dalam mata pelajaran geografi yang diajarkan di SMA, biasanya akan muncul soal yang berkaitan dengan penerapan rumus titik henti ini. Di bawah ini adalah contoh-contoh soal yang menggunakan rumus tersebut.

Tentukan lokasi titik henti antar 2 wilayah A dan B, jika diketahui jarak 2 wilayah tersebut 50 km. Jumlah penduduk kota A adalah 20.000 jiwa sedangkan penduduk kota B 10.000 jiwa.

Jawab:
Diketahui:
dAB = 50 km
PA = 20.000 jiwa
PB = 10.000 jiwa

Ditanya : DA-B ?
Jawab:
DA-B = dAB/(1+ √(PA/PB))
DA-B = 50/(1+ √(20.000/10.000))
DA-B = 50/(1+ √2)
DA-B = 50/(1+ 1,41)
DA-B = 20,74 km.

Jadi titik henti antara kota A dan kota B adalah sejauh 20,74 km dari kota B (jumlah penduduknya lebih sedikit).

Seorang pengusaha ingin mendirikan restoran besar di jalur jalan provinsi antara kota A dan kota B. Pada jalur tersebut, pengusaha belum melihat ada banyak restoran yang didirikan oleh orang lain. Jarak antara kota A dan kota B sekitar 30 km. Selain itu, jumlah penduduk Kota A sekitar 10.000 jiwa sedangkan penduduk kota B mencapai 8.000 jiwa. Pada jarak berapakah pengusaha tersebut harus mendirikan restoran yang bisa menjaring konsumen dari kota A dan juga B?

Diketahui:
dAB = 30 km
PA = 10.000 jiwa
PB = 8000 jiwa
Ditanya : DA-B ?
Jawab:
DA-B = dAB/(1+ √(PA/PB))
DA-B = 30/(1+ √(10.000/8.000))
DA-B = 30/(1+ √1,25)
DA-B = 30/(1+ 1,12)
DA-B = 14,15 km.

Jadi pengusaha tersebut harus mendirikan restoran dengan jarak 14,15 km dari kota B.

Contoh Penerapan Teori Titik Henti dalam Kehidupan Sehari-Hari

Rumus teori titik henti ini sangat berguna untuk kehidupan sehari-hari, utamanya bagi pihak-pihak yang ingin mendirikan sebuah usaha ataupun pusat pelayanan public. Misalnya saja contoh kasus berikut ini:

Seorang pengusaha ingin mendirikan SPBU baru yang mampu melayani Kota X dan Y. Pengusaha tersebut berharap bisa menjaring pelanggan baik dari Kota Xdan Kota Y. Maka sebelum mendirikan SPBU, pengusaha tersebut menghitung titik henti antara dua kota tersebut.

Pemerintah provinsi ingin membangun rumah sakit baru yang mampu melayani penduduk Kota Semarang dan Demak. Rumah sakit yang dibangun akan berstandar nasional dan menjadi rujukan baru bagi penduduk kota Semarang dan Kota Demak yang membutuhkan pengobatan. Jadi, saat melakukan perencanaan, pemerintah Provinsi Jawa Tengah menghitung titik henti antara Kota Semarang dan Demak. Setelah ditemukan berapa titik hentinya, maka kemudian pemerintah meninjau lokasi dan mulai menghitung berapa anggaran biaya yang harus dikeluarkan.

Nah, itu dia penjelasan lengkap mengenai teori titik henti (breaking point) yang sebaiknya Anda pahami. Semoga bisa menjadi referensi yang bermanfaat.
Loading...

0 Response to "Rumus Teori Titik Henti (Breaking Point)"

Posting Komentar

jika ada masalah dan sesuatu tampilkan di forum ini , saran dan kritik juga boleh , terima kasih sudah berkomentar.