Akuntt.com - Mencerdaskan Bangsa

Akun Nya orang-orang berpendidikan. Mari berbagi berdiskusi dan saling bertanya disitus ini tentang apapun tanpa terkecuali

Asal Muasal Nama Simalungun - Legenda dan Cerita Rakyat Nusantara, Yuk Ketahui!!!

Simalungun adalah sebuah kabupaten di Provinsi Sumatera Utara. Dahulu kala, daerah ini bernama Kampung Nagur. Namun sebuah peristiwa terjadi sehingga daerah tersebut berganti nama menjadi Simalungun. Peristiwa sejarah yang kemudian menjadi legenda dan cerita rakyat tersebut, diyakini merupakan kisah asal muasal tempat ini.

Asal Muasal Nama Simalungun


Masa Hidupnya Tiga Kerajaan

Dahulu kala, di wilayah Kampung Nagur berdirilah sebuah kerajaan kecil yang bernama Tanah Djawo. Kerajaan suku Batak ini bermarga Sinaga dan konon dipimpin oleh seorang raja yang adil dan bijaksana. Dalam menjalankan tugasnya, raja tersebut didampingi oleh beberapa hulubalang sakti yang setia menjaga raja dan juga kerajaannya. Dengan kondisi ini, rakyat di Tanah Djawo bisa hidup dengan aman dan tentram.

Selain kerajaan Tanah Djawo, di luar wilayah Kampung Nagur berdiri 2 kerajaan kecil lainya yang berlainan marga yaitu Kerajaan Silou dengan marga Purba Tambak dan Kerajaan Raya dengan marga Saragih Garingging. Meskipun 3 kerajaan ini berlainan marga, namun 3 kerajaan ini saling bersahabat dan hidup dengan rukun dan damai. Mereka saling bantu membantu dan saling menjalin kerjasama.

Datangnya Serbuan Majapahit

Sementara itu, di pulau Jawa, kerajaan Majapahit sedang gencar melakukan perluasan wilayahnya untuk menguasai seluruh daerah nusantara. Sumpah Palapa yang diucapkan oleh Maha Patih Gajah Mada mengharuskannya menaklukkan setiap jengkal tanah yang ada di nusantara di bawah bendera Majapahit.

Ternyata adanya 3 kerajaan di Tanah Batak yang hidup dengan rukun dan damai ini menarik perhatian kerajaan Majapahit. Suatu ketika, Raja kerajaan Tanah Djawo mendengar rencana penyerbuan pasukan Majapahit. Kemudian ia meminta bantuan kepada Kerajaan Silou dan Kerajaan Raya. Keduanya kemudian menyatakan diri bersedia bersatu dan membantu Tanah Djawo menangkal serbuan pasukan Majapahit.

Bantuan dari 2 kerajaan di luar Kampung Nagur ini ternyata berhasil menangkal serangan dari Majapahit. Bahkan ketika Kerajaan Silou diserang oleh Kerajaan Aceh, berkat bantuan dari Tanah Djawo dan Raya pun, Silou mempertahankan wilayahnya.

Namun, nasib berkata lain ketika suatu saat tiba-tiba pasukan yang tidak diketahui asal dan identitasnya menyerang tiga kerajaan di Kampung Nagur tersebut. Pertama kali, pasukan misterius itu menyerang Tanah Djawo, kemudian Kerajaan Silou, dan terakhir Kerajaan Raya. Meskipun tiga kerajaan tersebut sudah saling bahu membahu melawan pasukan misterius, namun mereka semua tetap dapat dikalahkan.

Serangan dari pasukan misterius tersebut membuat para raja dari tiga kerajaan terpaksa melarikan diri. Rakyat dari tiga kerajaan tersebut juga tunggang langgang lari menyelamatkan dirinya masing-masing. Mereka sebisa mungkin menghindar dan bersembunyi dari sergapan musuh yang menakutkan. Rakyat tiga kerajaan tersebut meninggalkan wilayahnya masing-masing secara berkelompok. Mereka terus berpindah tempat persembunyian demi bisa menghindari pasukan misterius yang tak diketahui asal-muasalnya tersebut.

Nasib pada Masa Pelarian

Masyarakat yang mengungsi dari wilayah Kampung Nagur memiliki nasib yang sangat tragis. Mereka kelaparan dan diserang berbagai macam penyakit. Mereka terpisah antar kelompok demi menemukan tanah yang dirasa aman. Masing-masing kelompok kemudian menemukan wilayah untuk mereka tinggali. Salah satu kelompok pengungsi dari Kampung Nagur menemukan tanah di Sahili Misir atau yang saat ini dikenal sebagai Pulau Samosir, yaitu pulau kecil di tengah Danau Toba. Setelah itu, merea menetap, membuka lahan untuk tempat tinggal serta perladangan cocok tanam.

Setelah sekian lama mereka hidup di Pulau Samosir, hidup mereka yang awalnya menyedihkan karena kalah perang mulai tertata kembali. Mereka sudah bisa beradaptasi dengan alam di Pulau Samosir. Bahkan kelompok pengungsi tersebut sudah memiliki keturunan anak cucu. Namun, suatu ketika mereka merasa rindu akan kampung halaman mereka yang asli yaitu wilayah Kampung Nagur.

Akhirnya salah satu tetua di wilayah tersebut bertanya kepada penduduknya “Siapa di antara kalian yang ingin pulang ke Kampung Nagur?”

Mendengar pertanyaa tersebut, banyak penduduk yang enggan untuk meninggalkan Pulau Samosir. Tempat tersebut sudah mereka anggap layaknya kampung halaman sendiri. Banyak yang bingung siapa yang akan menjaga ladang dan juga hewan ternak jika mereka semua kembali ke Kampung Nagur.

Kemudian, setelah musyawarah tersebut, akhirnya tetua masyarakat mengatakan, “Baiklah kalau begitu. Siapa yang ingin tetap berada di sini, kuharap bisa merawat tempat ini baik-baik. Dan siapa yang ingin pulang ke Kampung Nagur, segeralah persiapkan segala sesuatunya yang akan kalian bawa.”

Kelompok penduduk yang ingin kembali ke Kampung Nagur kemudian segera melakukan perjalanan dengan bekal yang mereka bawa. Setelah beberapa hari perjalanan, tibalah mereka ke tanah leluhur mereka, tanah kampung halaman mereka. Namun, sejak perang dengan pasukan misterius di masa lampau, akhirnya Kampung Nagur bukan lagi seperti dulu. Tanah yang ditinggalkan oleh penduduknya itu kini telah berubah menjadi semak belukar dan ditumbuhi pepohonan.

Rumah-rumah warga yang dulu ada di tanah tersebut sudah tidak ada lagi. Orang-orang yang melihat tanah kelahirannya berubah menjadi semak belukar kemudian berkata “Sima-sima nalungun”. Arti kata tersebut dalam bahasa setempat adalah “Sunyi sepi”. Sejak saat itulah daerah yang dulunya dikenal dengan Kampung Nagur, tempat hidupnya tiga kerajaan yang saling bersahabat dan rukun tersebut berubah nama menjadi Sima-Sima Nalungun.

simalungun
Foto bupati simalungun - helmina girsang/facebook

Lihat juga ; Pemandian Alam Sejuk (PAS) Bah Jambi, Pematang Siantar Keindahan Tersembunyi yang dimiliki oleh warga simalungun

Lambat laun, masyarakat daerah tersebut serta masyarakat di sekitarnya mulai menyebut daerah itu dengan sebutan yang lebih ringkas yaitu “Simalungun”. Hingga saat ini, kata Simalungun tetap dipakai untuk menyebutkan daerah kabupaten di Provinsi Sumatera Utara ini.

Author Profile

About Admin

Kami Berusaha Memberikan Yang terbaik kepada Teman-teman Pembaca Setia kami. Semua yang Kami Publikasikan di situs kami ini hanyalah untuk pembelajaran yang dapat kita diskusikan lagi kebenaranya. Kami memohon masukan atas setiap artikel yang kami publikasikan disini. Terima kasih

0 Komentar

Posting Komentar

jika ada masalah dan sesuatu tampilkan di forum ini , saran dan kritik juga boleh , terima kasih sudah berkomentar.